Story of PAUD Nurul Iman

aDCOO0265

Dear all…
Hari ini saya ingin berbagi pengalaman tentang perjuangan saya dalam merintis sebuah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang saya beri nama “PAUD Nurul Iman.” Kisah ini dimulai dari awal tahun 2008. Terinspirasi dari kebingungan kakak saya yang ingin menyekolahkan anaknya ke TK tapi kendalanya jarak antara rumah saya dah TK sangat jauh dan kakak saya ga bisa nganterin anaknya karena harus bekerja. Dari sanalah hati saya tergugah ingin mendirikan sebuah pelayanan pendidikan yang ditujukan kepada anak-anak pra sekolah, supaya mereka memiliki keterampilan, mengenal lingkungannya dengan benar dan memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar.
Awalnya saya bingung karena tidak tahu prosedur perintisan TK, kemudian saya konsultasi dengan beberapa teman kerja dan Dinas UPTD, mereka menyarankan untuk mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang merupakan program pemerintah dalam meningkatkan pendidikan anak pra sekolah. Lewat buku-buku panduan dari Dinas UPTD, saya bisa membuat Proposal Ijin Oprasional PAUD Nurul Iman karena PAUD yang saya rintis ini tempatnya menggunakan Gedung Madrasah Nurul Iman milik swadaya masyarakat yang dipelopori oleh bapak saya.
Langkah awal untuk memulai kerja saya dalam merintis PAUD Nurul Iman, saya awali dengan meminta ijin dari bapak Kepala Desa, namun tak semudah yang saya bayangkan, dia tidak mengijinkan pendirian PAUD Nurul Iman tanpa alasan yang rasional dan inilah yang menjadi penghambat dalam perintisan PAUD juga pemicu ketidak harmonisan bapak kepala Desa dengan beberapa warga kampung saya yang mempertahankan PAUD Nurul Iman tetap eksis. Karena selalu di cekal akhirnya saya meminta bantuan Dinas UPTD untuk melancarkan ijin oprasional. Delapan bulan lamanya saya menunggu Surat Ijin Oprasional itu keluar sambil diterpa krikil-krikil yang membuat saya hampir menyerah dan melepaskan anak didik saya yang sedang asik bermain sambil belajar. Tapi berkat dukungan teman-teman, warga kampung saya dan pak Ismail yang selalu membantu saya mengatasi kesulitan-kesulitan dalam mengelola dan merintis PAUD, akhirnya perjuangan saya tidak-sia-sia. Saya senang dan bahagia karena bisa melihat mereka bersemangat untuk sekolah, mereka sangat kreatif, pintar dan mandiri.
Di bulan ini tanggal 20 Juni ini PAUD Nurul Iman akan mengeluarkan satu angkatan pertamanya yang akan masuk kesekolah dasar. Ada hal yang membuat saya sangat senang, ketika orang tua mereka bilang berkat PAUD Nurul iman anaknya jadi pintar dan mandiri. kata-kata itu membuat saya senang dan bisa melupakan krikil-krikil dalam merintis PAUD Nurul Iman. Semoga PAUD Nurul Iman terus berkembang dan banyak diminati oleh warga kampung saya dan sekitarnya. I love you my chills, I be there for you all. May Almighty GOD bless we all

One response

  1. Yupz…perjuangan butuh pengorbanan karena banyak rintangan yang menghadang. Berbahagialah bagi orang2 yg yang bisa melewati rintangan2 itu. Jadi kangen ma anak2 yang lucu2 ,saat aq msh gabung d PAUD Nurul Iman mereka blm berani masih malu2 waah…hebat donk..klo sekarang dah pintar2 aq ikut seneng..maaf slama ni aq ga bisa bantu banyak krn kesibukanku tapi aq tetep dukung cita2 mulia ini.. Keep spirit…success ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: