Diantara 2 Pilihan

Terpecut pada ucapan sahabatku yang nelpon malam ini, akhirnya pintu hatinya terbuka tuk memutuskan sesuatu yang selama ini jadi beban dalam hatinya dan hampir melemahkan daya pikirannya.
Hidup adalah sebuah pilihan yang harus di jalani dengan ikhlas walaupun pahit resiko yang akan di hadapi.
sungguh kasihan dia sedang mengalami kebimbangan dalam menentukan karirnya yang sedang naik daun, Dia bekerja di kedua intansi yang cukup menyenangkan baik dalam sosialisasi dengan atasan rekan dsb, ataupun secara materi juga bisa dipandang cukuplah, walaupun di kedua intansi itu mempunyai kebijakan yang berbeda satu nyantai dan yang satu lagi penuh kedisiplinan dan tanggung jawab yang full. yang aku lihat selama ini, dia bekerja sudah maksimal dan profesional mentaati semua peraturan intansi itu, bahakan dia rela berkorban meninggalkan waktu istirahat siangnya, jadwal bermainnya, acara2 pertemuan penting, bahkan waktu berkumpul dengan keluaraga demi tugas dan tanggung jawab kerja dia di intansi yang baru. tak sedikitpun dia mengeluh walaupun aku tau kadang dia merasa lelah cape dan jenuh dengan aktivitas yang dijalaninya, karena aku tau yang namanya kerja 10 jam itu bukan kerjaan yang gampang bagi wanita, aku berpikir mungkin dibalik semua ini ada kenyamanan ataupun sesuatu yang membuat dia bertahan memilih kerja disana.
hari ini aku baru tahu tentang beban yang dipikulnya selama ini, ternyata saat ini, dia merasa taknyaman dengan pekerjaan barunya, dia merasa sia-sia dengan apa yang selama ini dia jalani. dia merasa terpukul sakit hati setelah dia mendapat fitnah dari teman kerjanya yang sangat dia sayangi dan dianggap orang yang paling berjasa banginya, malah perasaan sakitnya bertambah lagi, setelah dia diftnah lagi yang membuat persahabatan dia dan sahabatnya hampir hancur karena ulah rekan kerjanya itu. samapi akhirnya dia merasa ketakutan dan memilih tuk berhenti dari tempat kerjanya, namun ketika dia sharingkan masalahnya dengan orang2 yang dia percayai, kini dia menjadi bingung tuk memutuskanya pilihannya, satu sisi dia pingin keluar dari intansi itu, untuk menghindari fitnah lagi dan mengurangi kebenciannya pada teman yang telah menusuknya dari belakang. tapi sisi lain dia tidak tega meninggalkan rekan kerjanya yang pada baik, care n nyaman malah sudah dianggap seperti sodara. sangat berat pilihan yang harus dia ambil, bahkan ada salah satu temannya yang berpendapat kalau samapai dia keluar, berarti apa yang orang itu fitnahkan jadi terbukti, dan mereka menyarankan supaya dia tetap bertahan tuk membuktikan semua yang telah memfitnah dia.

Kalau melihat masalahnya memang cukup rumit, tapi andai aku ada di posisi dia, aku akan memilih meninggalkan pekerjaan itu, karena yang aku pilih bukan materi ataupun gengsi untuk membuktikan tapi yang aku pilih adalah kenyamanan dalam bekerja sosialisasi dan bersilahturahmi. walaupun di intansi itu hanya satu orang yang membuat hidup kita ga nyaman, tapi satu orang itu bisa mengakibatkan effek yang buruk juga baik dalam kinerja ataupun dalam batin kita. jangan merasa berat memutuskan sesuatu karena merasa berat sama rekan yang baik n care, soalnya kalau kamu keluar juga bukan berarti silahturahmi dia putus, dia masih bisa silahturahmi di tempat lain dengan mereka, asal dianya pintar2 saja cari waktu tuk berkumpul.

Hidup adalah pilihan mau baik atau buruk jangan kamu sesali tapi jalani dengan doa dan penuh keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: