Syarat Terkabulnya Do’a

Allah SWT menjamin dikabulkannya doa para hambanya. Namun jaminan itu bukanlah jaminan gratis, tapi membutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat syarat itu adalah sebagai berikut:

1. Yakin Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan.

Rasulullah saw bersabda: “jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka janganlah ia mengatakan, Ya Allah, berilah ampunan kepadaku jika Engkau menghendakinya, Namun hendaknya meneguhkan hati (akan apa yang dimintanya)” (H.R Bukhori Muslim).

Yakin bahwa doa akan dikabulkan merupakan syarat untuk terkabulkannya doa. Oleh karena itu, janganlah ada di antara kita yang memohon kepada Allah SWT sementara masih ada keraguan atas dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan.

 

2. Khusyu’ ketika berada di hadapan Allah SWT

Banyak orang yang berdoa namun ia tidak sadar apa yang sedang dilakukannya. Ia hanya berkata-kata Ya Allah atau kata Amin, namun hatinya tidak hadir dalam kata yang ia ungkapkan. Khusyu’ dalam berdoa  adalah sinergi antara kata, hati dan raga sekaligus. Semua hadir dalam permohonan yang tulus kepada Rabbnya. Tentang urgensi khusyu’ dalam berdoa ini, Rasulullah saw bersabda: “ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (yang keluar) dari hati orang yang lalai dan main-main” (H.R Tirmidzi).

 

3. Tidak terburu-buru

Imam bukhori dan muslim meriwayatkan persyaratan yang ketiga ini, dimana Rasulullah SAW bersabda: “ akan dikabulkan bagi (doa) salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru”.

Maksud dari terburu-buru adalah sikap pesimisme terhadap apa yang ia minta. Tidak mengulang-ulang doanya. Sikap berprasangka kepada Allah SWT atas tertolaknya doa. Obat dari penyakit ini adalah kesabaran.

 

4. Memakan rezeki yang halal

Syarat terakhir dari terkabulkannya sebuah doa adalah memakan rezeki yang halal. Sehingga tidak selayaknya seorang muslim mengumpulkan harta dengan cara yang diharamkan Allah SWT.

Firman Allah SWT: “wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amalan shaleh. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan.” (al-Mu’minun (23) : 51)

Rasulullah SAW menyebutkan seorang lelaki yang kotor berdebu, (yang berada dalam) sebuah perjalanan yang jauh, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata, “ Ya tuhanku…, Ya tuhanku… namun, perutnya (dipenuhi oleh minuman) yang haram, tempat minumnya (dipenuhi oleh makanan) yang haram, pakaiannya adalah (pakaian) yang haram, dan ia mengkonsumsi haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan”. (H.R Daud, Nasa’I dan Ahmad).

 

By : Digaardana

2 responses

  1. wah kalo yang nomer 3 tuh kliatanya saya banget tuh. soalnya bisa di bilang agak kurang telaten wah ntar diperbaiki deh cara doanya😦

    1. ya intinya harus bersabar dalam berdoa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: