Celoteh Dalam Keheningan

Mengapa kau menangis wahai jiwaku

bukannya kau akan kelihatan jelek, kusust jika kau menangis

dan bukannya kau telah merelakan kepergiannya

berkaitan dengan dia yang telah meninggalkanmu tanpa pamit.

Mengapa kau menangis wahai jiwaku

harusnya kau senang karena penantianmu ini kan berahir

berahir bersama kebahagaannya

dan juga berakhir pula kesakitanmu

dan sekarang kau tak perlu memikirkannya lagi

karena perbuatanmu hanya membuang waktumu saja

 

Jiwaku, Hal ini memang sakit untuk kau yang  sedang merasakannya,

tapi menurutku ini jalan lebih baik

daripada kau terus-terusan menagis demi menunggunya.

 

Sudahlah jiwaku, relakan dia hidup bahagia tanpamu

relakanlah …………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: