Sebuah Perjalanan dari Titik Nol

Langit mendung pagi ini, cuaca hari ini sangat dingin, seolah dia tak memberikan ijin tuk ku beraktivitas. Namun kemarin aku sudah janji pada dia bahwa esok lusa aku kan berkunjung kerumahnya, berkunjung sebagai tanda aku menepati janji ku tuk membantunya. Di pagi ini ku lawan semua kemalasanku dan alhamdulilah akhirnya samapai juga aku ditempat tujuan.

Aku datang tepat waktu sesuai janjiku, disana ternyata masih sepi, hanya udara sejuk, dingin menyambut kedatanganku. Namun hal ini tak mengundurkan niatku, walaupun ketika datang aku merasa terasing di tempat itu. banyak keanehan ketika kuamati disekitarnya, banyak perbedaan yang kutemui diawal pertemuan ini. Diam sejenak sambil mengamati sekitarku. Tiba-tiba tanpa di duga datang seorang perempuan anggun menyapaku dengan ramah seolah sudah lama kita saling kenal, kemudian dia berkata.
“Selamat pagi selamat datang disini. Kemarilah kawanku, kau jangan takut ataupun merasa aneh dengan keadaan disini. Kawanku, inilah realita disini yang sangat berbeda dengan tempatmu disana. disini kau tak bisa gunakan idealismemu, selain itu kau tak bisa paksakan kehendakmu untuk merubah kami secara instan walaupun aku tahu kau punya tujuannya baik. Kawanku, jika kau tak percaya perkataanku, silahkan tanyakan pada mereka yang ada disini, kenapa mereka seperti ini?”

Sementara aku diam mengangguk, salah satu dari mereka berbicara menyentuh hati. “kami memang seperti anak jalanan tapi kelakuan kami tidak seperti itu, kami bertahan disini karena kami tak mampu berada disana. dan kami seperti ini karena kami punya alasan, kami terlahir seorang kuli yang punya ambisi mudah-mudahan kamibisa merubah nasib, hingga seperti inilah keberadaan kami sekarang.”

Ya, sekarang aku mengerti, dan insaallah dengan bismilah ku akan bantu kalian melangkah dari titik nol menuju angka seratus. aku bangga dengan niat kalian, moga Allah mengabulkan cita-cita kalian. ***

8 responses

  1. duh,.. dengan bismillah…

    1. makasih atas kunjungannya ya , ya berawal dari bismilah dia melangkahkan kakinya, moga bisa terwujud keinginannya🙂

  2. ane suka pesan’a ni. sukron y,🙂
    baca jg cerpen ane. http://mbayzone.com/laju-sepeda-malam-itu/

    1. makasih atas kunjungannya ya Mas, insaallah sy kan mampir ke blog mas,🙂

    2. Wah apik tenan cah cerpene…aku njaluk yo… alias tak copy,

  3. “Semangat”nya sungguh terasa…
    Bu Guru sungguh hebat….🙂

  4. langkah awal yang tepat…awali dengan basmallah…

    dan semoga bisa di realisasikan janjinya menuju 100 mulai dari nol…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: