Rindu Kedamaian

Tuhan, aku merindukan kedamaian kemarin

Berdamai dengan barat dan timur ataupun utara dan selatan

tanpa mengenal tahta dan kasta

Berjabat tangan erat tampa mengenal warna kulit

Hidup damai tentram tanpa obsesi duniawi

 

Tuhan, aku merindukan canda tawa kemarin

Seperti angin surga yang menyejukan jiwa muram, kusut, layu oleh putaran waktu

Hidup damai alam ku yang penuh kicauan burung merdu

 

Tuhan, kini aku merasa seperti di pasar

Yang ramai dengan suara pedagang kaki lima yang menawarkan barang dengan suara lantang dan keras.

Yang ramai dengan suara pengunjung yang berjalan lurus, sekedar melihat ataupun membeli barang-barang.

Yang ramai dengan suara kendaraan yang parkir dengan seenaknya tanpa memperdulikan jalan sempit.

 

Tuhan, boleh aku meminta?

Kembalikan kedamaian itu

Kembalikan keceriaan itu

Kembalikan semangatku yang hijau

Hilangkanlah kebencian jiwa yang terobsesi ambisi ini

5 responses

  1. walau telah berdamai dengan arah angin, sudahkah berdamai dengan langitnya langit…???
    niscaya arah angin akan menunjukkan kompas hati…

    1. aku tak pernah melupakan penguasaku, dan hanya dengan dia aku merasa kedamaian. mudah-mudahan dia cepat menunjukan kompas hati🙂

  2. kedamaian akan sangat terasa tatkala kita hanya berdua2an dengan Sang Khalik.. Berkomunikasi, menyampaikan segala gundah hati..

    tetap semangat mbak..!
    salam kenal

  3. yup, hanya dia yg buat hati damai dan tenang.
    makasih atas kunjungannya, salam kenal juga ya🙂

  4. berdamai dengan diri sendiri kadang juga sulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: