Pengalaman Pertama di Tilang

Hari ini aku mo posting tentang kejadian kemarin. begini ceritanya, kemarin waktu aku pergi ke kantor pos, tiba-tiba ada razia Zebra, hasilnya aku kena deh, motorku di suruh berhenti plus apesnya lagi aku lupa bawa Sim dan  belum bayar Pajak motor yang sudah kelewat beberapa hari.

Akhirnya polisi itu menuntutku dengan dua pasal pelanggaran. Pelanggaran pertama aku belum bayar pajak motor yang sudah telat 10 hari. kedua aku lupa bawa Sim. Bener2 lagi apes kali ya sampai lupa bawa sim yang biasanya ga pernah lupa / selalu ku bawa di dompet, kemarin karena rusuh ganti dompet, simku jadi tertinggal di dompet yang kemarin aku pake. untuk pelanggaran kedua, hal ini bukan di sengaja, sumpah deh aku bener2 lupa bayar pajak motor, maklumlah selama ini aku jarang cek tanggal pembayaran pajaknya, aku pikir masih lama bayarnya jadi nyantai. Semua terungkap ketika polisi nilang, aku baru sadar ternyata udah kelewat 1o hari. So apa mau dikata memang kenyataanya aku salah jadi memilih pasrah mengikuti arahan polisi itu. Dia memberikan dua pilihan pada ku dengan cara Sidang atau Berdamai. So tanpa pikir panjang aku pilih berdamai alesannya kalau sidang aku males ngurusinya butuh waktu banyak yang kan menyita aktivitasku nantinya, dan banyak juga denger pengalaman teman2 yang pernah ditilang mereka suka pilih cara damai. Ternyata Damai yang dia maksud itu ….. jujur  kemarin aku sedikit kesal karena aku jadi berpikir negatif tentang maksudnya BERDAMAI itu. Terlanjur kesal dan bingung  juga ngehadapinya, akupun menyetujuinya walaupun bertolak belakang dengan hati. 

Sepanjang perjalanan aku teringat terus kejadian yang baru di alami ini, tiba-tiba terbesit pertanyaan dalam hati seolah pingin tau arahnya DAMAI yang polisi itu minta itu akan kemanakan? maklum ini pengalaman pertama di tilang  jadi sedikit kaget dengan situasi yang terjadi. Selama ini aku sering dengar cerita pengalaman teman-teman yang pernah kena razia dan kemudian di tilang  yang  sedikitnya selalu kesal karena di peribet urusannya, yang akhirnya bikin orang yang terkena tilang sering mengerutu kesal/marah tapi ga bisa ngapa-ngapain.

Tapi alhamdulilah ada hikmah juga di balik kejadian itu  yaitu

1.aku bisa merasakan di tilang, jd tau rasanya di tilang dan juga jadi tau jawaban dari alesan ortu dulu melarang keras anaknya jadi polisi.

2. aku jadi ingat tanggal pembayaran pajak motorku

3. aku akan teliti ngecek kelengkapan kartu di dompet supaya ga terjadi penilangan lagi :)

4. dua hari setelah kejadian itu aku mendapatkan rezeki 3 x lipat dari yg pernah ku keluarkan jadi aku bisa bayar pajak motor plus dendanya bahkan aku bisa membeli sesuatu yang selama ini aku inginkan. :)

So bagaimana pengalaman para sobat pernahkan kalian di tilang???

kasih trik dan tips dong bagaimana supaya terhindar tilang :) :)

22 pemikiran pada “Pengalaman Pertama di Tilang

  1. Ditempat saya lagi gencar2nya razia neng, sekarang lagi banyak motor ilang, mungkin karena deket taon baru kali ya, Si Ma**ng lagi kejer setoran. Tetangga saya 2 hari kemarin kehilangan Yamaha Jupiternya. btw, untungnya saya udah ngelengkapi surat-surat jadi gak was-was mau kemana-mana.

  2. dua hari setelah kejadian itu aku mendapatkan rezeki 3 x lipat dari yg pernah ku keluarkan jadi aku bisa bayar pajak motor plus dendanya bahkan aku bisa membeli sesuatu yang selama ini aku inginkan.

    kalo gitu, rajin-rajin aja mbak ditilang..hehehe
    *kabuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr*

  3. pernah ditilang, ya minta surat tilang, dtg ke pengadilan, rame2 dgn byk mas mas sopir kebanyakan, asyik juga, bgt palu diketok, bayar, beres deh, mudah sekali nggak ribet dan yg penting nggak ada perasaan bersalah krn nggak pakai uang damai dgn pak polisi :)

  4. Yaah… kok “Damai”? (sebenernya sih hak masing2 milih sidang ato damai)… tapi damai tuh amat sangat beresiko [mempergendut dompet polisi}…
    menurut temen yg anggota polisi. sebenernya “titip sidang” itu bisa aja. asaal… kita ngisi surat tilang. kalo kita cuman ngasiin duit tanpa nandatangan surat tilang itu artinya sama saja dengan SUAP alias KORUPSI….
    lagian cerita kalo ngurus sidang tuh SEREM dan BERIBET cuman mitos yang disebarin sama polisi2 yg pengen dapet duit palakan…
    kurang lebih proses sidang tuh kayak gini:
    1. waktu sidang biasanya 2 minggu dari tanggal tilang
    2. ke pengadilan simpen surat tilang di loket.
    3. tunggu ampe nama kita dipanggil.
    4. bayar denda.
    5. SIM ato STNK kembali ke tangan kita.

    dan tentu aja biayanya jauh lebih murah (antara 20rb ampe 40rb)

  5. Heee mungkin beda tempat beda penerapannya mbak yach…tergantung oknumnya kali, kalau di tempat saya, dan kebetulan saya mengalami sendiri, seperti ini :

    1. jika surat motor (STNK) pajaknya mati/habis waktu, tidak akan di tilang, cuma diingatkan, untuk segera membayar pajak, namun jika matinya lima tahun (sudah waktu ganti STNK) maka akan di tilang.

    2. Jika Sudah ditilang di sana dijelaskan tanggal berapa kita harus sidang ke pengadilan (biasanya 2 minggu) dan dikasi tahu cara-caranya, serta disarankan untuk tidak menitipkan denda tilang, namun pernah saya ngotot biar nitip denda tilang saja dengan alasan saya perjalanan jauh.

    Mungkin karena kasihan, oknum itu mau menerima tawaran yang saya ajukan, dan ia tidak meminta uang lebih, sesuai draff yang ada, sesuai dengan wilayah setempat, biasanya ditentukan oleh CJS (Crime Justice System) yang terdiri dari Kepolisian,Kejaksaan dan Pengadilan.

    Ini pengalaman saya, pisang setandan kan tidak semuanya barengan matang, pasti ada yang belum matang mbak yach…kalau kita punya prinsip bayar sendiri denda tilang dan tidak menyita waktu, kenapa tidak kita coba sidang sendiri.

    Ternyata tidak selamanya musibah bermasalah mbak yach…buktinya dapat 3x lipat heeee

  6. haha aku punya 2 saran nih buat mbaknya
    1. jangan punya lkebanyakan dompet, mendingan punya banyak duit :p
    2. mendingan sim sama stnknya di staples terus di staplesin juga di dompet
    sekian saran dari saya yaa mbak semoga tidak terlalu emosi ;p
    jangan lupa kunjungi blog saya juga yaa mbaak :D makasih

  7. Hari ini perjalanan dr sala3 ke undip semarang, lancar seh. Nah, pas istirahat isi perut, trus bayar, duer…. Mati aku, sim+stnk ketinggalan, waduh, deg2’an terus, mana perjalan masih lumayan jauh. Dalam perjalanan, bawa’annya was-was. Tp, alhamdulillah, sampai undip, aman2 sj. Mana duit cuman cukup beli bensin lg, ndak tahu ntar pulangnya, moga2 ndak ada operasi, ampun2…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s