Kura-kura Ingin Terbang

Seekor anak kura-kura memanjat tebing dengan tergopoh-gopoh. Begitu sampai di atas ia loncat sambil mengepak-kepakkan kedua kaki depannya. Namun Ia jatuh terjungkir dan menggelinding ke bawah.

Tak lama kemudian ia kembali naik ke atas dan loncat dan jatuh lagi sampai berkali-kali.

Sepasang burung melihat perilaku kura-kura kecil dengan hati yang pilu.

Lalu si burung betina berkata pada burung jantan, suaminya;

“Sayang, rasanya kini saat yang tepat untuk mengatakan pada kura-kura mungil kita bahwa ia adalah anak adopsi.”

Humor dan hikmah:
Meniru atau imitasi adalah proses paling penting dalam pertumbuhan anak bahkan pertumbuhan manusia.

Setiap anak selalu tanpa sadar mengimitasi apapun yang dilakukan orang tua.
Itu adalah salah satu naluri mahluk hidup.

Kura-kura anak adopsi tadi hanya melihat apa yang dilakukan ayah ibu angkatnya dari kelompok burung, ia kira ia bisa terbang hanya dengan menggerakkan kaki depannya sebagaimana ayah ibu angkatnya seekor burung.

Ada orang tua yang matanya hanya melihat layar handphobe, Blackberry atau komputer ketika bicara dengan anak-anak mereka. Hasilnya anak merasa tidak penting dan merasa tidak perlu menghormati orang lain karena ia sendiri tidak merasa dihormati.

Anak-anak mungkin merasa tidak perlu sholat karena ayah ibunya juga tidak sholat.

Anak-anak merasa merokok sah-sah saja karena ayah atau ibunya merokok.

Sebenarnya proses imitasi ini tetap berjalan sekalipun kita dewasa.

Para karyawan kerja malas-malasan kalau bos kerja seenaknya.

Mereka ikut sering telat kalau atasan juga sering telat.

Ada pegawai yang korupsi karena meniru perilaku teman kerjanya.

Karena itu jaga sikap, karena bisa jadi kita diikuti orang.

Kalau mereka ikut yang baik gak masalah, tapi kalau mereka ikut perilaku buruk, itu bisa jadi masalah.

Antusiasme itu menular! Begitu juga pesimisme.

Note : di ambil dari catatan FB Remi

11 responses

  1. setuju
    antusiasne itu menular begitu pula pesimisme

    saran terbaik adala contoh – bung karno

    1. makasih atas kunjungan pertamanaya
      ya contohlah orang2 yang baik🙂

  2. pengalaman saya tentang anak yang meng-imitasi perilaku orang tuanya justru hal hal yang negatifnya yang cepat di imitasi… untuk hal hal positifnya agak susah…

  3. Ternyata untuk jadi orang tua yang baik,,harus memahami ini kayaknya..🙂
    salam kenal

    1. yup betul jadilah pribadi yang baik supaya keturunan qta nanti jadi pribadi yang baik juga🙂

  4. aku paling suka kalimat “Ada orang tua yang matanya hanya melihat layar handphobe, Blackberry atau komputer ketika bicara dengan anak-anak mereka. Hasilnya anak merasa tidak penting dan merasa tidak perlu menghormati orang lain karena ia sendiri tidak merasa dihormati.”
    mengerikan banget kalo ngebayangin dampak jangka panjangnya.

  5. anak kecil diibaratkan seperti kertas putih…pikirannya masih bersih,blm terkontaminasi…jadi mudah untuk mengingat sesuatu…

    1. yup betul, makanya berprilakulah baik di depan anak-anak supaya mereka kelak jadi anak yang baik.🙂

    2. makasih atas kunjungannya ya. 🙂

  6. thanks for reminding bahwa anak adalah peniru terhebat di dunia.

    sedikitnya mengobati kegalauanku menghadapi putriku yg beranjak dewasa. dan membuka point of view yang baru. all the mistakes are mine. she’s just copied them.😀

    eh, officially, salam kenal🙂

    1. makasih jg atas kunjungannya🙂
      semoga bisa menjadi orang tua yang berhasil ya ..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: