Apakah Aku Pantas Ada di Sana

image

Kawan Kemarin kau tawarkan rumah baru saat ku butuh tempat tuk singgah sementara. Rumah yang asing bagiku yang tak pernah sebelumnya ku berkunjung ataupun bemaim di halamannya.  Sebuah rumah tua kosong tak berpenghini yg penuh dengan debu karena tak terinjak manusia. Sebuah rumah besar namun kecil dipandang mata karena tak berharga apa2 hanya sebuah nama atasnama yang punya hak.

Di rumah itu, setiap hari aku belajar menghiasi setiap dinding ruangan  dan melengkapi kebutuhan yg kuperlukan, dan juga perlulan, supaya aku bisa merasakan nyaman tinggal disana.
Disana kubangun sebuah taman bermain supaya banyak orang mengunjungi n merasakan kehangatan rumah juga merasa tidak takut tuk singgah disana. Aku selalu berusaha meyakinkan banyak oranga supaya pemikiran negatif mereka berubah menjadi positif terhadap rumah yg kusinggahi. Senyum sapa bahkan undangan makan selalu ku bagikan gratis guna mengakrabkan diri supaya bisa dekat dengan mereka. Sampai tak terasa 3 tahun sudah ku menghuninya dan kini rumah itu menjadi rumah masa depan banyak orang. Banyak orang yang datang kesana untuk bermain, nongkrong, belajar, atau sekedar berbagi cerita padaku disana. Dan aku sendiri merasakan kehangatan n cinta disana. sampai aku lupa, bahwa Aku jg masih punya rumah, rumah impianku pertama yg tak bisa kusingahi karena satu hal dan sempat berpikir hanya jd rumah masalaluku. Karena sempat terpikir di benakku tuk meninggalkannya rumah itu dan memilih rumah ini sebagai tempat kehidupanku kedepan.
Namun hari kini semua berubah, rumah yang kusinggahi sudah tak kurasakan kedamaian disana, tak kurasakan keindahanya walaupun aku berusaha membersihkanya, menata n menghiasnya setiap hari. Kenyamanan tinggal disana sudah tak kurasakan saat ada penghuni baru yang tingkahnya seperti yg punya rumah sendiri. Aku tau dia seorang arsitek baru yg menguasi ilmu perancangan bangunan. Tp belum tentu dia cocok menghiasi rumah ini. Konsep arsitektur dia terlalu tinggi n mahal hingga orang engga berkunjung karena canggung. Dan aku sendiri merasakan itu walaupun selalu ku tepiskan perasaan itu karena tidak mau berdebat  ataupun bersaing dalam konsep menata ruang.
Hingga akhirnya aku cape sendiri n merasa lelah ingin meninggalkan semua ini. Ak kecewa saat yang punya rumah datang dan lebih percaya untuk menatanya kedepan. 3 tahun ini keberadaanku disini dianggap sebelah mata. Kerja kerasku selama ini tak bernilai apa2 .
Apa yg harus kupertahankan dengan kondisi seperti ini?
Bertahan dengan sakit hati?
Atau memilih pindah kerumah lama yg masih sederhana karena tak terawat olehku?
Dan aku sendiri jawabanya memilih pindah dari pada bertahan tapi tidak nyaman.
Namun saat ku pamit dan memilih pindah ke ruamah lama.  Penghuni rumah yg sebenarnya tak mengijinkan malah d suruh aku tinggal bersama dengan orang yang tak d sukai.
Entah aku tak tau apa tujuanya?
Aku tak tau kenapa aku harus bertahan di rumah itu jika hatiku suadah muak jenuh dengan keadaan yg ada.
Entahlah….
Aku tak tau rahasia esok saat kau biarkan aku bertahan d rumah itu dengan berbagai resiko besar akan ku hadapi demi mereka yang menyukai keindahanku.
Entahlah…
Tuhan, aku tahu ada keindahan d balik semua ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: