Tentang Dia

image

Kawan aku kembali mengingatnya. Masih kuingat dia di depan halte menunggu angkutan umum datang. Sendiri dia berdiri disana diantara teman2nya yang sedang bercanda tawa, bergurau dan ngobrol. Dia selalu sendiri seperti biasa hidup berteman sepi terasing diantara yang menggunakan putih abu abu.
Dan tepat 2 tahun sudah berlalu saat pertama kali kau temukan aku padanya. Pada sosok yg sama yg masih sendiri dalam keterasingan. Sosok polos, lugu dan selalu diam tak bersuara. hanya senyum polos yang terpancar menutupi semua yang telah dialaminya.

Klik…
Masih kuingat ketika melihat dia duduk sendiri di pojok bangku itu, sendiri tanpa seorang teman yg menemani. mataku tiba tiba tertuju padanya saat teman2nya membullynya dan dia hanya balas dengan senyum tak menghiraukanya. Sungguh tangguh, kuat dia menahan ejekan dari teman2nya.
Begitupun muncul rasa penasaran, iba, simpati dan sebagainya dibenakku serasa ingin ku jadi penyelamatnya jg bisa mengenal dia lebih dalam. Dan setelah dia terbuka padaku tentang semuanya, aku tersentak kaget sekaligus Membuatku sadar betapa beruntung  hidup seperti aku n bisa mensyukuri apa yg ku miliki saat ini.
Kawan… Aku sedih medengar cerita kehidupannya. Dia  ternyata seorang anak angkat yg tak di harapakan oleh kedua orang tua angkatnya karena dia dianggap anak bodoh tak berguna , yang dianggap pembawa sial dalam keluarganya karena tak ada yang bisa d banggakan dari dirinya.  Namun walaupun hidupnya pahit dia selalu berusaha betahan karena dia sendiri tak tau harus pergi  kemana n mengadu pd siapa karena hanya orangtua angkatnya yg dia punaya n dianggap keluarganya. Dia selalu menikmati apa yg dia alami walaupun hal itu menyakitkan hatinya.
Diam merasa lebih baik dari pada bersuara tapi tak ada yg mendengar setiap keluhanya. Mendengar setap keluhan yg keluar dr bibirnya membuatku begitu besar ingin menolongnya hingga langkah pertama kulakukan dengan melaporkan dia pada guru bk berharap mereka bisa membantu meringankan bebannya.
Klik …
Kenaikan kelas telah tiba dan aku pun berpisah kelas dengannya. Dan ku lihat ada sedikit perubahan dari dirinya, kini dia punya teman dekat yang namanya Tiara seorang siswa kelas XII. Ada perasaan bahagia bisa melihat dia kini tak sendiri lagi n terpancar jelas tersenyum bahagia dimatanya. Dan semenjak itu aku pun jadi jauh dengannya. Karena dia lebih asik berteman sama Tiara.
Setahun berlalu seperti sebuah halilintar menyamar hatiku. Tersentak diam saat kuhampiri dia lagi dalam keadaan yang sama seperti waktu pertama aku bertemu dengannya. Dengan berat hati dia mengatakan sakit yang dedang dideritanya yang sampai kini belum ada obatnya. Sakit yg dia alami
akibat dia terjerumus ke lembah hitam dan kini dia harus mengalami akibat dari perbuatanya.
Aku tak menyangka gadis polos yg kukenal dulu ternyata berubah terbawa arus kelam kehidupan. Entah apa yg akan dia lakukan kedepannya tuk menyelamatkan hidupnya dari penyakit yg dialaminya begitupun dari ancaman masyarakat d sekitarnya. Aku hanya bisa berdoa n berharap dia bisa bahagia sebelum ajal memanggilnya.
Tid…tid..tid….
Bunyi kelakson mobil membuyarkan lamunanku yg tertuju pada dia yg sedang duduk di halte. Dan akupun beranjak pergi meninggalkan dia dengan kendaraanku dan tanpa terasa berlinang air mataku melihat dan mengingat semua tentang dia. Doaku semoga kau kuat melewatinya n kau bisa bahagia teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: