Catatan Hening

Catatan Hening Sendiri Syfa duduk termenung diantara deretan tiga kursi kosong yang hanya ditemani segelas mocafloat yang es creamnya sudah meleleh karena dari tadi dibiarkannya mencair. Tak biasanya seraut wajah cantik dan periang itu dilanda kegalauan seorang diri. Sore itu langit berwarna kelabu yang menandakan akan turun hujan, namun dia masih asik dengan lamunanya yang entah apa yang sedang dipikirkanya. Beberapa lagu sendu yang di putar di cafe itu silih berganti seolah dia betah bertahan dan hanyut dalam alunan lagu. Tiba-tiba terlihat jelas air matanya jatuh membasahi pipinya saat dia mendengarkan lagu wali yang berjudul “Doamu untukmu sayang” dalam diam dia menyerukan ketakutanya dengan lantang “Tuhan, lagu ini kenangan aku dan dia yang sekarang telah jauh Tuhan, kini kau ingatkan lagi aku padanya lewat lagu ini saat aku dilanda ketakutan dan kesedihan Tuhan, Aku sangat takut kehilangan lagi Cukup, kehilangan kemarin membuatku rapuh dan sulit tuk bangkit lagi Tuhan,  Aku sangat takut… karena aku sangat menyayanginya karena dia separuh nyawa hidupku karena dia aku bertahan hidup dan aku belum siap kehilangan lagi Tuhan, jangan ambil dia lagi dariku Aku tak bisa membayangkan jika aku hidup tanpa dia” Tak terasa waktu menunjukan jam 17.00 dan geimis mulai membasahi tenda kafe yang menandakan hujan akan segera turun. ku beranjak pergi menginggalkan kafe di iringi gerimis yang membasahi tubuhku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: