Peran guru di sekolah

image

Pengertian guru adalah orang yang pekerjaannya atau tugas utamanya mengajar, yaitu membuat orang lain memahami sesuatu yang belum dipahami sebelumnya.
Namun, benarkah tugas seorang guru hanyalah sebatas mengajar?


Peran seorang guru sering berpengaruhnya terhadap murid-muridnya. Karena tidak hanya menjadikan muridnya tahu, bisa, dan paham. Tapi juga turut berperan mempengaruhi karakter murid-muridnya berdasarkan apa yang ia contohkan dan ajarkan.

Selain sebagai pengajar, sudah seharusnya guru juga menjadi seorang pendidik, yang bisa menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan akhlak yang baik.
Menjadi guru tidak saja bertanggungjawab terhadap permasalahan akademis, namun juga pada perkembangan psikologis dan kepribadian siswanya.
Biasanya seorang pendidik sudah pasti bisa mengajar, namun seorang pengajar belum tentu bisa mendidik.
Seorang guru dituntut untuk dapat mengajar dan mendidik. Tapi seringkali seorang guru terjebak pada kebiasaan sehingga lebih dominan berperan sebagai seorang pengajar dan bukan pendidik. Seperti dalam praktik kesehariannya kita sering temui perbedaan kontras antara pengajar dan pendidik. Guru yang bertipikal seorang pengajar pada umumnya tidak disukai oleh para murid. Seringkali murid-muridnya mengeluhkan metode belajar dan watak si guru tipe pengajar yang cenderung galak atau masa bodoh. di kelas si guru pengajar lebih sering kaku, dan seringkali memberikan efek traumatis bagi murid-muridnya. Suasana kelas jadi membosankan dan siswa tak ubahnya sebagai robot yang digerakkan oleh sistem dan guru sebagai pemegang kendalinya.
Lain hal dengan guru bertipikal pendidik. Di samping perannya sebagai pengajar, guru ini juga merasa bertanggungjawab kepada siswanya. Tipe guru seperti ini yang umumnya dicintai oleh siswa dan benar-benar dapat memberikan dampak positif terhadap akhlak, dan budi pekerti siswa. Ia tegas namun tidak keras. Selalu melihat masalah dari dua sisi dan tidak terjebak pada label siswa nakal dan siswa baik. Bertanya pada siswa saat ada masalah dan tidak menasihati dengan menceramahi, namun lebih pada pendekatan-pendekatan secara persuasif.

Seorang Guru yang baik juga pandai mengatur jarak pada siswa, kapan mesti menjadi guru dan kapan menjadi mitra belajar. Ia sadar bahwa rasa hormat dari siswa didapat dengan konsistensi, pembuktian dan rasa saling percaya. Guru pendidik tidak mudah mengancam, tapi jika mengancam ia memberikan sangsi sesuai aturan dan kewajaran. Tak lain tujuannya agar menimbulkan efek jera dan memberikan pelajaran kepada siswanya. Inilah yang dinamakan ketegasan.

Jadi, sekarang sudah bukan zamannya lagi memberikan tekanan yang membuat peserta didik traumatis. Zaman sudah berubah sekarang para peserta didiki juga perlu diberikan sesuatu yang dapat membuat mereka tetap dalam koridor akhlak yang baik, dan tidak terjerumus kepada hal-hal yang menyesatkan.
Jadilah guru yang lengkap yaitu sebagai pengajar sekaligus pendidik supaya bisa mencerdaskan  anak bangsa yang kelak akan menggantikan kita di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: