Menunggu

Waktu terus berlalu

membawaku menuju perbatasan

dan aku tetap diam mengikutinya

diam dengan seribu kerisauanku

Diam berharap putihku bisa berwarna lagi

Diam akhirnya tetesan air mata jatuh membasahi pipi

Menunggu seseorang mengajaku berlari jauh menembus batas itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: